DPD PAN KLUNGKUNG PUSAT KONSULIDASI PEMENANGAN PEMILU LEGISLATIF 2014
PROVINSI BALI
Hari Minggu 10 November 2013 bertempat di ruang pertemuan Dinas Pertanian Klungkung DPD Pan klungkung dipercaya menjadi tuan rumah konsulidasi seluruh komponen partai yang ada di bali dalam rangka Pemenangan Pemiliu Legislatif 2014, hadir dalam acara tersebut Tim Pemenangan Pemilu Legislatif 2014 DPP PAN.
Bagi DPD PAN Klungkung momen seperti ini merupakan kehormatan yang besar karena sejak dideklarasikan PAN Klungkung belum pernah dipercaya menjadi penyelenggara evan di tingkat Provinsi.
Perlu diketahui pada 2 (dua) pemilu sebelumnya DPD PAN Klungkung hanya mendaftarkan Caleg untuk DPRD Kabupaten paling banyak 5 caleg dari 4 Dapil yang ada di Kab. Klungkung, Nah untuk Permilu 2014 ini DPD PAN Klungkung mendaftarkan Caleg DPRD Kab. sebanyak 20 Caleg dari 4 Dapil yang ada artinya naik 300%. dan Caleg DPRD Prov. Target pada pemilu 2014 nanti 1 Kursi di DPRD Kab. dan 1 Kursi di DPRD Prov.
Bali Mandara
SELURUH PENGURUS, CALEG DPRD KAB., CALEG PROVINSI DAN
KELUARGA BESAR DPD PAN KABUPATEN KLUNGKUNG MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS PELANTIKAN
GEBERNUR - WAKIL GUBERNUR BALI, I MADE MANGKU PASTIKA - I KETUT
SUDIKERTA PERIODE 2013 - 2018 (DPD PAN KLUNGKUNG, KETUA : ABADAN, SEKRETARIS : SAIFULLAH, SH.) Ucapan yang sama
baca juga di koran harian Bali Tribune, dan Web Resmi DPD PAN Klungkung
www.dpdpanklk.blogspot.com
PEMBEKALAN CALEG PAN
PEMBEKALAN CALEG PAN
Pembekalan Caleg PAN DPRD Prov. dan DPR RI yang diselenggarakan oleh DPW PAN Bali di Hotel Nirmala Denpasar, Tampak dalam gambar Ketua DPD PAN Klungkung saat memberikan Materi Strategi Penggalangan Masa berbasis Tekhnologi Informasi
CALEG DPD PAN KLUNGKUNG NAIK 750%
Dalam Pemilihan Umum 2014 Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional Klungkung Bali mendaftarkan Bakal Calon Legeslatif sebanyak 23 Orang, jumlah ini lebih banyak dari pada Pemilu 2009 hanya berjumlah 3 Orang (kenaikan 750%
Bacaleg yang telah didaftarkan adalah sebagai berikut :
DPRD Prov. = 3 Orang
DPRD Kab. = 20 Orang
Dalam Pemilihan Umum 2014 Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional Klungkung Bali mendaftarkan Bakal Calon Legeslatif sebanyak 23 Orang, jumlah ini lebih banyak dari pada Pemilu 2009 hanya berjumlah 3 Orang (kenaikan 750%
Bacaleg yang telah didaftarkan adalah sebagai berikut :
DPRD Prov. = 3 Orang
DPRD Kab. = 20 Orang
HATTA, MEGA, dan PRABOWO
KOMPAS.com — Rabu sore, 28 November 2012, Lembaga Survei Indonesia mengumumkan 18 tokoh Indonesia yang lulus ujian untuk memperoleh gelar "tokoh berkualitas untuk calon presiden tahun 2014". Mereka disaring dari 24 tokoh yang masuk ruang ujian.
"Sejumlah petinggi partai politik tidak dapat skor minimal 60. Skor mereka di bawah 60, jadi tidak lulus,” ujar salah seorang peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi di Jakarta, Senin (3/12/2012), sambil tertawa.
Para pemimpin partai politik yang tidak lulus ujian adalah Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Keadilan Persatuan Indonesia Sutiyoso, dan Ketua Umum Partai Hanura Wiranto.
Pemimpin atau penguasa partai pemilik sejumlah kursi di parlemen yang lulus ujian versi LSI adalah Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri (nilai 68), Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa (nilai 66), dan Ketua Umum Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto (nilai 61).
Nama pimpinan tertinggi parpol ini sudah banyak dikumandangkan akan menjadi calon presiden dari partai mereka masing-masing. Rincian penilaian ketiga tokoh ini perlu kita lihat lebih jauh.
Tokoh partai, tetapi bukan ketua umum yang lulus ujian adalah Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera di DPR Hidayat Nur Wahid (71), pendiri Partai Nasional Demokrat Surya Paloh (64), dan Ketua PDI-P Bidang Politik dan Antarlembaga Puan Maharani (61).
Hidayat bersama empat tokoh lain masuk lima tokoh paling berkualitas dalam ujian ini. Mereka adalah Mahfud MD (79), M Jusuf Kalla (77), Dahlan Iskan (76), dan Sri Mulyani Indrawati (72).
Mereka dinilai dari lima hal. Hal pertama, mampu memimpin negara dan pemerintah (skor 0-100). Dalam hal ini, Prabowo mendapat nilai 67, Hatta 66, dan Megawati 66. Hal kedua, tidak melakukan atau diopinikan melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme atau suap. Dalam hal ini, Prabowo mendapat 66, Megawati 64, dan Hatta Rajasa 62. Hal ketiga, tidak melakukan atau diopinikan melakukan tindak kriminal atau pelanggaran hak asasi manusia. Dalam hal ini Prabowo tidak lulus ujian. Sementara Hatta Rajasa dan Megawati mendapat nilai sama, yakni 72.
Hal ketiga, jujur, amanah, atau bisa dipercaya. Dalam ujian kriteria ini, Megawati mendapat nilai 67, Hatta 64, dan Prabowo 60. Hal kelima, mampu berdiri di atas semua kelompok atau golongan. Dinilai dari hal ini, Megawati memperoleh nilai 72, sedangkan Hatta dan Prabowo memperoleh nilai sama, yakni 67.
Menarik pula untuk menyebut empat perempuan yang lulus dalam ujian gaya LSI ini, yakni Sri Mulyani (72), Megawati (68), Puan Maharani (61), dan Ny Kristiani Herawati Yudhoyono (60), yang kini menjadi Ibu Negara Republik Indonesia. Selamat pagi. (J Osdar)
KOMPAS.com — Rabu sore, 28 November 2012, Lembaga Survei Indonesia mengumumkan 18 tokoh Indonesia yang lulus ujian untuk memperoleh gelar "tokoh berkualitas untuk calon presiden tahun 2014". Mereka disaring dari 24 tokoh yang masuk ruang ujian.
"Sejumlah petinggi partai politik tidak dapat skor minimal 60. Skor mereka di bawah 60, jadi tidak lulus,” ujar salah seorang peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi di Jakarta, Senin (3/12/2012), sambil tertawa.
Para pemimpin partai politik yang tidak lulus ujian adalah Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Keadilan Persatuan Indonesia Sutiyoso, dan Ketua Umum Partai Hanura Wiranto.
Pemimpin atau penguasa partai pemilik sejumlah kursi di parlemen yang lulus ujian versi LSI adalah Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri (nilai 68), Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa (nilai 66), dan Ketua Umum Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto (nilai 61).
Nama pimpinan tertinggi parpol ini sudah banyak dikumandangkan akan menjadi calon presiden dari partai mereka masing-masing. Rincian penilaian ketiga tokoh ini perlu kita lihat lebih jauh.
Tokoh partai, tetapi bukan ketua umum yang lulus ujian adalah Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera di DPR Hidayat Nur Wahid (71), pendiri Partai Nasional Demokrat Surya Paloh (64), dan Ketua PDI-P Bidang Politik dan Antarlembaga Puan Maharani (61).
Hidayat bersama empat tokoh lain masuk lima tokoh paling berkualitas dalam ujian ini. Mereka adalah Mahfud MD (79), M Jusuf Kalla (77), Dahlan Iskan (76), dan Sri Mulyani Indrawati (72).
Mereka dinilai dari lima hal. Hal pertama, mampu memimpin negara dan pemerintah (skor 0-100). Dalam hal ini, Prabowo mendapat nilai 67, Hatta 66, dan Megawati 66. Hal kedua, tidak melakukan atau diopinikan melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme atau suap. Dalam hal ini, Prabowo mendapat 66, Megawati 64, dan Hatta Rajasa 62. Hal ketiga, tidak melakukan atau diopinikan melakukan tindak kriminal atau pelanggaran hak asasi manusia. Dalam hal ini Prabowo tidak lulus ujian. Sementara Hatta Rajasa dan Megawati mendapat nilai sama, yakni 72.
Hal ketiga, jujur, amanah, atau bisa dipercaya. Dalam ujian kriteria ini, Megawati mendapat nilai 67, Hatta 64, dan Prabowo 60. Hal kelima, mampu berdiri di atas semua kelompok atau golongan. Dinilai dari hal ini, Megawati memperoleh nilai 72, sedangkan Hatta dan Prabowo memperoleh nilai sama, yakni 67.
Menarik pula untuk menyebut empat perempuan yang lulus dalam ujian gaya LSI ini, yakni Sri Mulyani (72), Megawati (68), Puan Maharani (61), dan Ny Kristiani Herawati Yudhoyono (60), yang kini menjadi Ibu Negara Republik Indonesia. Selamat pagi. (J Osdar)
Sumber :
Kompas Cetak
Editor :
Inggried Dwi Wedhaswary
Langganan:
Komentar (Atom)










